Posted on Leave a comment

Gus Dur

Gus Dur. Begitu beliau senang dipanggil. “Saya sih lebih seneng dipanggil gus. Sebutan kiai terlalu berat buat saya. Kiai itu kan harus kuat tirakat. Makan sedikit, tidur sedikit, ngomongnya juga sedikit. Nggak kuat saya. Enakan jadi gus saja. Dikit-dikit makan, dikit-dikit tidur, dikit-dikit ngomong.” Gus Dur lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. “Addakhil” berarti “Sang Penakluk”. Kata “Addakhil” tidak cukup dikenal dan diganti nama “Wahid”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati “abang” atau “mas

Gus Dur adalah sosok yang lengkap. Gus Dur adalah cucu dari KH.Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama, Ormas Islam terbesar di Indonesia. Ayahnya pun bukan orang sembarangan. Ayah Gus Dur adalah K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949.

Gus Dur dikirim belajar ke Al Azhar University, Cairo, Mesir, Fakultas Syari’ah (Kulliyah al-Syari’ah) dari tahun 1964 sampai 1966 , lalu ke Universitas Baghdad, Irak, Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab pada 1966 hingga 1970.

Kembali ke tanah air, Gus Dur tak lantas berkiprah di Kepengurusan Nahdlatul Ulama yang didirikan sang kakek. Baru pada 1984 suami dari Sinta Nuriyah itu berkiprah di NU hingga menjabat Ketua Dewan Tanfidz sampai tahun 2000.

Pada tahun 1999, Gus Dur terpilih sebagai Presiden ke-4 RI menggantikan Bacharuddin Jusuf Habibie. Gus Dur menjabat hingga tahun 2001. Dia dikenal sebagai presiden yang humanis dan juga humoris. Tak heran jika hingga saat ini banyak buku-buku yang tentang koleksi humor ala Gus Dur. Gus Dur pun sering dijuluki sebagai Bapak “Pluralisme.” Di masa kepemimpinannya yang singkat, Gus Dur berhasil menorehkan tinta emas dalam bidang kemanusiaan, termasuk menghilangkan diskriminasi terhadap etnis Tionghoa, memberikan tempat yang layak terhadap masyarakat Papua, dan terkenal dalam pembelaannya terhadap kelompok minoritas.

#Gus Dur

#Abdurrahman Wahid

#Presiden ke-4

ayo miliki kaos quotes Gus Dur di bawah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *