Posted on Leave a comment

Munir, Martir HAM

Siapa yang tidak mengenal sosok Munir ? Munir adalah ikon pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Di negara ketiga seperti Indonesia, HAM ada di nomor sekian. Biasanya kalah oleh stabilitas ekonomi, stabilitas politik dan lainnya. Manusia di negara-negara ketiga adalah korban. Semuanya terserah kepada mood Penguasa. Mengapa Penguasa ? Karena Penguasa biasanya menjadi pelaku pelanggaran HAM dari mulai yang ringan, sedang dan berat.

Munir Said Thalib adalah seorang pembela Hak Asasi Manusia (HAM) yang memainkan peran penting dalam membongkar keterlibatan aparat keamanan dalam pelanggaran HAM di Aceh, Papua dan Timor Leste (dulu Timor Timur). Selain itu, Munir juga ikut merumuskan rekomendasi kepada pemerintah untuk membawa para pejabat tinggi yang terlibat dalam pelanggaran HAM di tiga daerah itu ke pengadilan. Kemudian, pada September 1999, Munir ditunjuk menjadi anggota Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM (KPP-HAM) Timor Timur.

Kiprahnya sebagai aktivis HAM membuatnya ia cukup akrab dengan bahaya dan kerap mendapatkan banyak ancaman. Seperti dilansir KontraS.org, Munir pernah mendapat teror bom yang meledak di pekarangan rumahnya di Jakarta pada Agustus 2003. Kemudian, pada tahun 2002, kantor tempatnya bekerja, KontraS, pernah diserang oleh beberapa orang tidak dikenal. Setelah menghancurkan perlengkapan kantor, segerombolan orang itu merampas dokumen secara paksa. Dokumen itu terkait dengan pelanggaran HAM yang sedang dikerjakan KontraS. Puncaknya, Munir ditemukan meninggal di pesawat Garuda Indonesia yang terbang dari Jakarta menuju Amsterdam pada 7 September 2004. Berdasarkan otopsi yang dilakukan otoritas Belanda, Munir dinyatakan meninggal karena diracun arsenik.

Berbagai penghargaan atas jasanya ia peroleh, antara lain Anugerah Yap Thiam Hien Awad 1998, Right Livehood Award dari pemerintah Swedia, hingga julukan pemimpin muda Asia milenium baru dari majalah Asiaweek.

Tulisan dari beragam sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *